Skip to main content
Jalan santai BPOM Bengkulu

Peringati HUT ke 23, BPOM Bengkulu Gelar Senam dan Jalan Santai

Bengkulu (AMBONEWS) - Jajaran pegawai Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu memperingati hari ulang tahun BPOM RI ke 23 Tahun 2024, di Taman Pantai Berkas Kota Bengkulu, Minggu (4/2/24) pagi. Ulang tahun yang diperingati setiap tanggal 31 Januari itu dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan seperti senam bersama, jalan santai dan pembagian dorprize. 

Kepala BPOM di Bengkulu, Yogi Abaso Mataram mengatakan dengan kegiatan yang digelar, BPOM ingin lebih dekat dan mengenalkan diri ke masyarakat luas. Seiring dengan tema perayaan HUT BPOM tahun ini yaitu "Kolaborasi hingga Pelosok Negeri untuk Melindungi Masyarakat" yang berarti jadi momen untuk refleksi dan evaluasi meningkatkan kinerja serta kolaborasi. 

"Dengan tema ini, Balai POM berkomitmen meningkatkan kolaborasi dan kerja sama yang efektif dengan stakeholder di daerah untuk melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan," kata Yogi. 

Perayaan ini dihadiri Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur, Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Haryadi, dan stakeholder lainnya. 

Kolaborasi Perangi Obat dan Makanan Berbahaya

Kepala BPOM Bengkulu mengajak masyarakat agar cerdas dalam memilih obat dan makanan yang terdiri atas obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan dengan selalu mengutamakan CEKLIK sehingga terbebas dari bahan yang berbahaya.

Dijelaskan bahwa CEKLIK yaitu masyarakat harus cek kemasannya apakah kemasannya masih bagus atau sudah rusak. Setelah itu, cek labelnya, yaitu tentang komposisi dari pangan tersebut, selanjutnya cek izin edar, artinya cek produk tersebut apakah telah mendapat izin dari pihak berwenang, dan terakhir cek kedaluwarsa pangan itu. 

Dengan begitu masyarakat dapat terhindar dari peredaran obat dan makanan yang tidak sesuai ketentuan layak konsumsi maupun mengandung bahan kimia berbahaya seperti bahan pengawet boraks dan pewarna buatan rodamin.

Sejalan dengan itu, mewakili Pemerintah Provinsi Bengkulu, Edriwan mengapresiasi gerakan BPOM dalam melindungi masyarakat dari obat dan makanan berbahaya. Perannya membantu dinas kesehatan dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya teliti dalam membeli, mengkonsumsi obat dan makanan untuk menghindarkan masyarakat dari kejadian luar biasa seperti keracunan hingga berujung kematian. 

Ia pun setuju jika kolaborasi antar stakeholder dalam pengawasan keamanan obat dan makanan dilakukan. Selain itu Ia mendorong agar para nakes dalam pelayanannya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilih, menggunakan obat sesuai dengan ketentuan yang ada.