Mahasiswa Bengkulu Kritik Cara Pemerintah Tangani Konflik dan Pelecehan Seksual di Kampus
Bengkulu (AMBONEWS) - Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Bengkulu (Unib) mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai semena-mena terhadap masyarakat dengan melakukan aksi Kamisan di Objek Wisata Benteng Marlborough Bengkulu, Kamis (17/2/22) malam.
Koordinator Aksi Kamisan sekaligus Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Unib Maulana Taslam mengatakan aksi tersebut bertajuk mimbar bebas yang menyoroti kebijakan pemerintah dalam berkonflik dengan masyarakat.
"Kami mengangkat aksi yang mengutamakan rakyat, sebuah bentuk solidaritas Mahasiswa Bengkulu kepada rakyat yang sedang mengalami penindasan, perampasan, dan juga berbagai masalah HAM yang terjadi belakangan ini," ungkap Maulana, Jumat (18/2/22).
Maulana mengungkap aksi yang berlangsung dengan pembacaan orasi, teaterikal dan pembacaan puisi, memuat beberapa pernyataan sikapnya dalam problematika yang ada.
"Ada beberapa yang kami sampaikan melalui aksi ini yaitu mengecam aksi kekerasan, represifitas, teror, dan intimidasi aparat penegak hukum dalam mengatasi permasalahannya dengan masyarakat," katanya.
"Dalam kasus ini, terbaru adalah penanganan aparat terhadap konflik masyarakat Desa Wadas Jawa Tengah yang menolak pertambangan batuan andesit," lanjut Maulana.
Selanjutnya, mahasiswa Unib mengutuk segala bentuk proyek pemerintah yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, dan dapat merugikan kepentingan masyarakat masyarakat.
Lalu pihaknya juga meminta kepada Menteri Ketenagakerjaan untuk membatalkan Permenaker no 2 tahun 2022 tentang jaminan dana hari tua pada BPJS Ketenagakerjaan.
"Juga mendesak Komnas HAM, Kepolisian dan instansi terkait menyelesaikan polemik pelecehan seksual yang banyak terjadi di lingkungan kampus," ungkap Maulana.
Aksi Kamisan, sampainya, akan terus berlanjut selama problematika yang terjadi di daerah mau pun negara masih ada.
"BEM Fakultas Hukum akan mengawal setiap isu-isu yang mencuat begitu juga siap menjadi motor perjuangan mahasiswa," pungkas Maulana. (Bisri)