Belum Terima Insentif, 14 Nakes RSUD Mukomuko Tetap Bekerja
AMBONEWS.COM, Mukomuko - Patut diacungi jempol, sebanyak 14 orang tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten Mukomuko sampai sekarang masih tetap bekerja mengambil sampel tes usap atau swab terhadap orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19 meskipun hingga saat ini belum menerima insentif.
Ketika dikonfirmasi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Mukomuko, dr. Dolatta Karokaro membenarkan hal tersebut. Bahwa sebanyak 14 tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas mengambil sampel tes usap atau swab Covid-19 masih tetap bekerja kendati beberapa bulan belum menerima insentif.
“Kalau pengambilan swab di rumah sakit (pasien RSUD,red) 14 nakes ini masih tetap bekerja mengambil sampel tes swab seperti biasa,” kata Dolata kemarin.
Lanjutnya, sebelumnya para tenaga kesehatan ini telah mengikuti rapat dengar pendapat dengan DPRD Kabupaten Mukomuko terkait dengan insentif tenaga kesehatan di rumah sakit ini. Dari hasil hearing tersebut, Dinas Kesehatan yang akan mencairkan dana untuk insentif tenaga kesehatan tersebut.
“Insentif ini akan dibayar oleh Dinas Kesehatan dan pihak Dinkes akan melakukan verifikasi data nakes sesuai dengan peraturan terbaru terkait dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan pembayaran insentif tersebut,”demikian Dollata.
Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Desriani mengatakan insentif tenaga kesehatan yang bertugas mengambil sampel tes usap atau swab tetap dibayar sesuai aturan dan petunjuk teknis yang ada. Dengan melengkapi data sesuai yang dibutuhkan.
“Insentif itu dikeluarkan harus ada pengajuan dan syarat-syaratnya seperti menyampaikan dokumen atau data yang harus sampaikan.Kemudian juga harus tercatat di dalam sistem aplikasi rumah sakit online yang terhubung langsung di kementrian kesehatan. Data itu setiap hari online kalau mereka tidak masukan ke data itu di kementrian tidak konek artinya kita tidak ada data, ini perlu pembaharuan dan anggaran insentif ini tetap tersedia dan ada, kalau di ajukan pasti dibayarkan sesuai petunjuk yang ada,”demikian Desriani. (Mc Kominfo/R)