Wawali Sebut Kota Bengkulu Alami Krisis Sampah
AMBONEWS.COM, Kota Bengkulu - Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi mengatakan saat ini Kota Bengkulu tengah mengalami krisis sampah.
"Kebersihan kota ini tergantung dengan masing-masing kita sebagai warga. Kalau cuma mengandalkan dinas kebersihan tentu sulit apalagi banyak yang tak taat peraturan dengan membuang sampah sembarangan,” kata Dedy, Selasa (26/1/2021)
Dedy mengatakan banyaknya sampah yang tidak diolah berakibat pada pencemaran lingkungan mulai dari rusaknya ekosistem hingga bencana alam.
"Pantai, tempat wisata jadi kotor dan banjir saat hujan. Salah siapa lagi kalau bukan kita," kata Dedy.
Untuk itu tambah Dedy kesadaran menjaga lingkungan bersih wajib dilakukan semua pihak demi Kota Bengkulu indah dan nyaman agar tidak lagi menimbulkan dampak sosial.
Menurut data Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Tahun 2019, 417.918 jumlah penduduk menyumbang sampah hingga 1.044,80 meter kubik (M3) atau 5 liter perorang setiap harinya. Dari jumlah tersebut sebanyak 65 persen sampah organik, 11 persen kertas, 13 persen plastik dan 11 persen sampah lainnya.
Sementara itu jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuang akhir (TPA) justru jauh dari target yakni hanya 225,40 M3 per hari dan jumlah sampah yang diolah masyarakat atau di dibuang sembarangan sebanyak 819,40 M3 perhari.
"Artinya persentase yang dikelolah oleh pemerintah di TPA hanya 21,57 persen. Jelas tidak seimbang dan perlu inovasi membangun bank sampah supaya bisa diambil manfaat dari sampah itu sendiri" kata Dedy. (Bisri)