Rawan Hoax dan Ujaran Kebencian, Bupati Ajak Masyarakat dan ASN Mukomuko Bijak Bermedsos
AMBONEWS.COM, Mukomuko - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko yang dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Mukomuko sosialisasikan bijak bermedia sosial serta memerangi berita bohong (hoax).
Bupati Mukomuko Choirul Huda menyampaikan, bahwa Kabupaten Mukomuko saat ini adalah wilayah yang bisa dikatakan kondusif, sehingga, Pemkab Mukomuko menginginkan dalam media sosial juga harus kondusif.
Mengingat, tahun 2020 ini merupakan tahun politik, dimana akan dilangsungkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati periode 2021 - 2026.
"Mukomuko ini wilayah yang kondusif, kita ingin sebuah alur lalu lintas medsos yang bagus, sehingga harus ada tatanan-tatanan aturan yang dibangun, tanpa mengurangi suatu kebebasan dan keterbukaan informasi," Katanya, Selasa (21/1).
Beliau menambahkan, aturan dalam menggunakan media sosial ini sudah diatur dalam Undang-Undang ITE, untuk itu jika ada yang melakukan pelanggaran dalam bermedia sosial, maka dapat diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sehingga, berita bohong, fitnah, ujaran kebencian yang menimbulkan suatu kelompok ataupun suatu individu membenci satu sama lain dapat diantisipasi secara dini.
"Tetapi harus diketahui, ada suatu ranah yang merupakan milik orang lain, yang harus kita jaga, untuk itu apabila ada sesuatu yang ceramah tersebut sudah terlanggar, maka secara undang-undang dan aturan harus segera dilakukan penindakan," Tambahnya.
Dengan adanya Undang-Undang ITE tersebut, sehingga diharapkan masyarakat bisa bijak dalam menggunakan media sosial, supaya semuanya bisa terjaga dengan baik.
Yang tidak kalah pentingnya yaitu produktifitas masyarakat, ketika isu-isu kejelekan, isu-isu menjatuhkan harkat dan martabat orang lain, maka hal itu dapat menurunkan produktifitas masyarakat dan wilayah, akibatnya berimbas pada perekonomian masyarakat yang menurun.
"Dengan adanya kita menolak isu hoax, menolak penanaman ujaran kebencian, maka masyarakat kita menjadi masyarakat yang arif, cerdas menggunakan medsos. Maka dari itu saya meminta kepada semuanya, tokoh masyarakat dan semuanya untuk arif menggunakan medsos, untuk advokasi para tokoh-tokoh untuk menerima dan memberikan informasi itu dengan bagus," Kata dia.
Tidak hanya masyarakat biasa, Bupati Choirul Huda juga menekankan kepada Aparatus Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemkab Mukomuko untuk bijak dalam bermedia sosial serta media sosialnya diwajibkan dapat memberikan motivasi kepada masyrakat.
Jika ada ASN yang dengan sengaja menggunakan media sosial untuk memfitnah ataupun mengumbar ujaran kebencian, maka Bupati Choirul Huda akan memberikan tindakan sebelum ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.
"Termasuk ASN juga saya tekankan bagaimana untuk bermedsos dengan bagus, menjaga sebuah kerukunan dan medsos ASN harus memberikan motivasi kepada yang lainnya, saya akan melakukan sebuah tindakan jika ada pejabat yang sengaja memfitnah atau semacam membuat ujaran kebencian, sebelum ditindak oleh aparat penegak hukum saya akan memberikan tindakan juga," Demikian Bupati Choirul Huda. (Sutrimo)