Skip to main content
 Panitia pembangunan Masjid Minokamo Islamic Center (MIC) di Minokamo, Jepang

Pelunasan Tahap III Masjid Minokamo Jepang Mendesak, Rp3,8 Miliar Harus Terkumpul Sebelum 6 Juni 2026

Jepang - Panitia pembangunan Masjid Minokamo Islamic Center (MIC) di Minokamo, Jepang, kembali menggalang dukungan luas dari masyarakat Indonesia dan umat Muslim dunia untuk pelunasan tahap ketiga pembangunan masjid. Hingga H-20 menjelang tenggat pembayaran pada 6 Juni 2026, dana yang masih dibutuhkan mencapai ¥31.945.003 atau sekitar Rp3,83 miliar.

Panitia pembangunan, Andri Santoso, menjelaskan bahwa dana tersebut difokuskan untuk menyelesaikan pelunasan sisa lahan parkir masjid setelah tahap pertama dan kedua berhasil melunasi pembelian gedung utama serta sebagian area parkir.

“Pembayaran dilakukan bertahap sebagai langkah antisipasi agar proses pembangunan tetap aman dan terhindar dari risiko gagal bayar. Saat ini kami berada di tahap paling mendesak karena sisa pelunasan lahan parkir harus segera dipenuhi,” ujar Andri Santoso.

Menurutnya, Masjid Minokamo Islamic Center bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat Islam di wilayah Minokamo serta sekitarnya. Karena itu, keberadaan fasilitas pendukung seperti area parkir menjadi kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas jamaah.

“Masjid ini adalah pusat syiar Islam bagi komunitas Muslim di Jepang. Kami berharap masyarakat dapat melihat ini sebagai investasi amal jariyah jangka panjang,” tambahnya.

Andri menegaskan bahwa waktu yang tersedia semakin sempit, sementara kebutuhan dana masih sangat besar. Karena itu, panitia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui sedekah, wakaf, maupun donasi serta membantu menyebarluaskan informasi penggalangan dana.

“Mari bersama menyukseskan pembangunan Masjid Minokamo Islamic Center. Dukungan sekecil apa pun sangat berarti untuk memastikan rumah ibadah ini dapat berdiri sempurna dan memberi manfaat luas bagi umat,” tegasnya.

Panitia membuka berbagai jalur donasi, termasuk melalui rekening perbankan di Jepang, Bank Syariah Indonesia (BSI), BTN Syariah, hingga QRIS untuk memudahkan partisipasi masyarakat global.

Dengan sisa kebutuhan mencapai Rp3,8 miliar, solidaritas umat menjadi kunci utama agar pembangunan Masjid Minokamo dapat tuntas sesuai jadwal dan menjadi pusat peradaban Islam yang bermanfaat bagi generasi mendatang.