Skip to main content
Kasus Malaria Menurun, Pemkot Bengkulu Dihadiahi Sertifikat Oleh Menkes

Kasus Malaria Menurun, Pemkot Bengkulu Dihadiahi Sertifikat Oleh Menkes

AMBONEWS.COM, Kota Bengkulu - Di Kota Bengkulu, sejak tahun 2012 hingga tahun 2019 kasus malaria kian menurun.

Pada tahun 2012 sebanyak 1.545 kasus, 2013 sebanyak 934 kasus, 2014 sebanyak 310 kasus, tahun 2015 sebanyak 144 kasus, 2016 sebanyak 145 kasus. Selanjutnya terjadi penurunan yang tajam atau signifikan di tahun 2017 yakni cuma 25 kasus. Tahun 2018 menurun lagi jadi 12 kasus dan di tahun 2019 hanya ada 3 kasus.

Penurunan yang bisa dikatakan drastis ini membuat Kota Bengkulu mendapat sertifikat eliminasi malaria, sebab Annual Parasite Insiden kurang 1 per 1.000 penduduk, Slide Positivy Rate kurang dari 5 persen dan tidak ada kasus Indigenous 3 tahun berturut-turut mulai dari tahun 2016, untuk Kota Bengkulu kasus yang ada merupakan kasus impor dan relaps (kambuh).

“Alhamdulillah. Memang beberapa tahun terakhir grafik mengenai angka yang terjangkit malaria di Kota Bengkulu menurun tajam sejak 2017. Sehingga karena inilah kita mendapat sertifikat eliminasi malaria dari kementerian kesehatan. Maka kami ucapkan terima kasih kelada seluruh jajaran kesehatan pemkot dari Dinkes, RSHD dan seluruh puskesmas, para medis, semuanya itu berkat kerjasama yang baik kita semua dalam memerangi malaria” ujar Walikota Bengkulu Helmi Hasan, Jum'at (1/5).

Pemberian sertifikat ini dalam rangka memperingati hari malaria sedunia yang jatuh tanggal 25 April, Kota Bengkulu menjadi salah satu kota di Indonesia yang mendapat sertifikat eliminasi malaria dari Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp dan penyerahan sertifikat berlangsung secara simbolis melalui video conference. 

 

Red/Adv