Skip to main content
Kakanwil DJPB Bengkulu : Perpajakan Bengkulu Masih Aman

Kakanwil DJPB Bengkulu : Perpajakan Bengkulu Masih Aman

AMBONEWS.COM, Bengkulu - Pada semester pertama tahun 2020 ini, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), sisi perpajakan di Provinsi Bengkulu masih cukup baik.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJPB Provinsi Bengkulu, Ismed Saputra, saat menggelar konferensi pers, Rabu (15/7).

Penerimaan perpajakan di semester pertama tahun 2020 ini cukup baik apabila dibandingkan dengan penerimaan perpajakan di Provinsi Bengkulu pada tahun sebelumnya.

Termasuk untuk di Wiayah Sumatera,penerimaan pajak di Bengkulu saat ini dinilai tidak terlalu dalam terkena dampak pandemi Covid-19.

"Sisi Perpajakan di Provinsi Bengkulu di semester pertama tahun 2020 ini masih aman, dari sisi belanja juga demikian, di sisi belanja kalau kita lihat dari sisi belanja APBN, semester pertama tahun 2019 dengan semester pertama tahun 2020 itu malah lebih tinggi belanja tahun ini, namun ini berdampak dengan belanja DAK Fisik, kemudian BLT Dana Desa, Belanja Modal," Jelas Kakanwil.

Untuk belanja KL, otomatis terdampak pandemi Covid-19, sebab perjalanan dinas maupun rapat atau meeting tidak bisa dilakukan.

Mengenai pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu juga masih diatas rata-rata nasional, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Bengkulu rata-rata berada di angka 3,8, sedangkan nasional di angka 2,9.

"Keadaan kita berharap kedepan, Bengkulu ini kalau semua kita bersinergi, baik itu Pemerintah Pusat melalui belanja Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui belanja Pemerintah Daerahnya, membelanjakan APBN dan APBD itu secara baik dan didorong dengan pemanfaatan insentif-insentif pemerintah, seperti perpajakan, subsidi bunga dan yang lainnya, itupun belum maksimal kita lakukam, mudah-mudahan Bengkulu bisa lebih baik di semester kedua nanti," Tandasnya.

Akan tetapi, dengan catatan tidak ada second wave dari dampak Pandemi Covid-19, contohnya seperti karena sudah New Normal dan kasus positif Civid-19 baru ratusan di Bengkulu tiba-tiba melonjak berkali lipat.

 

Nay