Destita Serap Aspirasi Petani Padi Padang Nangka, Fokus Irigasi dan Pupuk Subsidi
Bengkulu - Anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M melaksanakan kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) dengan menyerap langsung aspirasi masyarakat petani padi di Kelurahan Padang Nangka, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Jumat (15/5/2026). Pertemuan yang digelar di rumah warga setempat ini menjadi wadah dialog antara petani dan wakil daerah untuk memperjuangkan kebutuhan sektor pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, Destita menegaskan pentingnya sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah maupun nasional. Ia menyebut aspirasi petani menjadi bahan penting dalam merumuskan rekomendasi kebijakan agar pembangunan pertanian lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Petani menyampaikan sejumlah persoalan utama yang dihadapi, mulai dari kerusakan saluran irigasi, sedimentasi yang menghambat distribusi air ke sawah, keterbatasan pupuk subsidi, hingga distribusi pupuk yang kerap terlambat. Selain itu, petani juga mengeluhkan fluktuasi harga gabah yang dinilai belum memberikan keuntungan layak saat masa panen.
Kelompok tani turut mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian seperti hand tractor, pompa air, dan alat panen modern guna meningkatkan efisiensi produksi. Mereka juga berharap adanya peningkatan pendampingan penyuluh pertanian serta akses pembiayaan usaha tani dengan bunga ringan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Destita berkomitmen akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu, hingga kementerian terkait di tingkat pusat. Langkah ini dilakukan untuk mendorong perbaikan infrastruktur irigasi, distribusi pupuk yang tepat sasaran, bantuan alat pertanian, serta perlindungan harga hasil panen petani.
Kegiatan Kundapil ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan produktivitas pertanian di Bengkulu. Melalui penyerapan aspirasi ini, kebutuhan petani diharapkan dapat menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan pertanian ke depan.