Skip to main content
Agy

Dedy-Agy Berencana Jajaki Kerja Sama dengan Inggris untuk Tata Kelola Peninggalan Sejarah di Bengkulu

Bengkulu (AMBONEWS) – Dalam debat terbuka putaran kedua Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu, calon Walikota nomor urut 3 Dedy Black dan Wakilnya Nuragiyanti mengemukakan komitmennya untuk menjajaki kerja sama dengan pemerintah Inggris dalam upaya pengelolaan peninggalan sejarah di Bengkulu. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bengkulu melalui sektor pariwisata sejarah.

Menurut Agi, kerja sama ini bertujuan agar pengelolaan peninggalan sejarah di Bengkulu dapat diambil alih dari pemerintah pusat dan dikelola langsung oleh pemerintah daerah. Mengingat selama ini objek wisata peninggalan sejarah seperti benteng Marlborough dikelola langsung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan UPT Kementerian Kebudayaan.

“Kami ingin memastikan bahwa potensi wisata sejarah ini bisa dimaksimalkan oleh pemerintah kota, bukan hanya untuk melestarikan nilai sejarah, tetapi juga untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata,” tegas Dedy dalam debat.

Bengkulu, yang memiliki beragam situs bersejarah , dinilai Agi memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan domestik dan internasional. Dengan pengelolaan yang lebih fokus dan kerja sama dengan pihak luar, ia optimistis peningkatan kunjungan wisatawan dapat berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Kerja sama ini bukan hanya soal pengelolaan, tetapi juga transfer pengetahuan dan teknologi untuk pelestarian serta promosi wisata sejarah,” tambahnya.

Ia berharap, jika dipercaya masyarakat, kebijakan ini dapat menjadi langkah awal dalam memajukan sektor pariwisata sejarah di Bengkulu, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap PAD dan kesejahteraan warga.

Debat terbuka tersebut dihadiri oleh para calon dan pendukung masing-masing, serta disaksikan oleh masyarakat yang antusias menantikan gagasan dan program kerja yang ditawarkan para kandidat.