Skip to main content
Salah satu lahan parkir di perayaan HUT ke-17 Mukomuko.

Tarif Parkir di Perayaan HUT Kabupaten Timbulkan Pro Kontra

AMBONEWS.COM, Mukomuko - Akhir-akhir ini medsos diramaikan dengan tarif parkir yang dipungut oleh pengelola parkir dalam rangka perayaan HUT Kabupaten Mukomuko Ke-17 tahun 2020.

Beberapa pengunjung merasa keberatan dengan tarif parkir Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu untuk roda dua dan roda empat.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Atral mengungkapkan, bahwa untuk tarif parkir dari tahun ke tahun sebenarnya juga sama pemberlakuannya setiap tahunnya.

Pada tahun sebelumnya juga demikian tapi tidak ada yang meributkan atau mempersoalkan. Pemungutan tidak sesuai ini terjadi bukan kepada keseluruhan pengunjung tapi hanya beberapa pengunjung.

Misalnya ada pengunjung pakai motor yang mau masuk dan dikasih karcis tapi pengunjung tersebut mengeluarkan uang Rp 5 ribu dan tidak ada kembaliannya, kadang pengunjung tersebut langsung pergi karena tidak sabar nunggu uang kembaliannya.

"Ini soal soal kasuistik, bukan menyeluruh kalo saya amati, kita percaya dengan pengelola bahwa mereka menerapkan tarif sesuai Perbup Retribusi Parkir, kita harapkan semua pihak bisa menyikapinya dengan kepala dingin," Bebernya, Senin (24/2).

Karena, sebagian dari pengunjung banyak juga yang tidak bayar parkir, hal ini pun menjadi persoalan manajemen dan pengawasan.

Kedepan tentunya, tambahnya, pihaknya berharap kepada panitia HUT agar mempersiapkan betul perencanaan pengelolaan parkir sesuai dengan SOP.

Disisi lain, Afrizal Akang seorang tokoh pemuda Ipuh juga mengungkapkan bahwa persoalan ini jangan digiring dan dibesar-besarkn sehingga makna dari HUT kabupaten menjadi hilang ruhnya.

"Kita menyayangkan banyaknya tokoh-tokoh masyarakat yang ikut serta menghujat, termasuk pegawai Pemkab Mukomuko sendiri banyak yang menghujat, kita minta inspektorat tindak pegawai yang tidak bijak bermedia sosial, demikian juga Dinas Kominfo, tertibkan akun sosial media yang justru memanaskan suasana, cari solusi yang baik dan hadirkan keteduhan ditengah masyarakat," Demikian Afrizal. (Sutrimo)