Skip to main content
Gubernur Rohidin Mersyah saat menyampaikan press release.

Satu Pasien Positif Covid-19 Asal Lampung Meninggal di Bengkulu

AMBONEWS.COM, Bengkulu - Bengkulu menjadi provinsi ke 32 menjadi wilayah zona merah Covid-19, satu pasien yang dinyatakan positif Covid-19 meninggal dunia pagi ini, Selasa (31/3).

Pasien positif Covid-19 ini berinisial NS (50) yang merupakan warga asal Lampung Selatan yang datang ke Bengkulu dengan tujuan untuk majelis tabligh.

Pada 5 Maret lalu, NS beserta rombongan tiba di Bengkulu dengan menggunakan Bus angkutan antar provinsi dari daerah asalnya dan tinggal di Masjid Attaqwa Kota Bengkulu.

Awal kedatangan tidak ada gejala, namun setelah beberapa hari pasien ada gejala sakit dan sempat dirawat di RSHD Kota Bengkulu, lalu pada 24 Maret dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu.

"Tadi malam kita mendapatkan hasil yang sungguh sangat membuat hati kita semua berkesimpulan, usaha dan ikhtiar yang telah kita lakukan secara bersama-sama ini, tersyata Provinsi Bengkulu, tadi malam satu pasien Suspect Covid-19 berdasarkan hasil laboratorium Palembang, yang kita kirim sampelnya pada tanggal 26 Maret, ternyata yang bersangkutan positif Covid-19. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun, tadi pagi yang bersangkutan meninggal dunia," Sampai Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat mengadakan konferensi pers di Ruang Media Center Pemprov Bengkulu.

Mulai hari ini,  status Provinsi Bengkulu dinyatakan berubah dari siaga menjadi darurat penanganan Covid-19.

Untuk upaya pencegahan penyebaran virus ini lebih meluas ke masyarakat Bengkulu, Gubernur Rohidin meminta agar Tim Gugus Tugas melakukan penelusuran yang bersangkutan sempat kontak langsung dengan siapa saja.

Selain itu, mengingat beliau sempat dirawat di RSHD Kota Bengkulu, tim medis yang sempat menangani pasien ini untuk ditelusuri atau bagi yang merasa agar segera melapor, supaya bisa dilakukan tes.

Serta, mulai dari kedatangan yang bersangkutan bersama rombongan menggunakan Bus angkutan antar provinsi, beliau tinggal selama di Bengkulu akan di telusuri.

Sedangkan 16 orang lainnya yang satu rombongan dengan yang bersangkutan akan diisolasi dan kemungkinan nantinya akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

"Kita minta kepada Walikota Bengkulu selaku penanggung jawab wilayah kota, agar meminta dukungan pihak kepolisian untuk segera mengisolasi, memasang police line di Masjid Agung Attaqwa, jamaah tabligh andai masih ada di dalamnya tidak boleh keluar, dan jamaan disekitarnya untuk sementara waktu tidak boleh masuk kedalam lingkungan masjid," Tegas Gubernur. (Nay)